Oleh: joeliana19 | Oktober 30, 2007

CARA MENULIS PUISI

CARA MENULIS PUISI

Sebenarnya menulis puisi termasuk jenis keterampilan. Seperti halnya keterampilan yang lain pemerolehannya harus melalui belajar dan berlatih. Makin sering belajar dan makin giat berlatih tentu makin cepat terampil.

Dalam menulis puisi, yang pertama – tama dilakukan adalah menentukan tema. Tema adalah pokok persoalan yang akan dikemukakan dalam bentuk puisi. Agar lebih jelas perhatikan puisi yang ditulis Slamet Wahedi berikut ini

Dialog sepasang bunga

Aku anggrek

Lahir di tengah pengap hamparan biru langit

Dari sekerling matahari

Awan menyapu muka, meninggalkan gerimis – gerimis tua

Dan embun terasa bayangan maya

Sirna sebelum senja kukencani

Aku melati dan kau anggrek

Di tepian cakrawala pucuk kita meninju langit

Mengebuk – gebuk nafas angin dan

Bermimpi membangun riak sungai tua

Di antara tangkai – tang kai hijau

Kami anggrek dan melati bersemi

Membukakkan hari – hari yang kian suram

Yang kami harkati dengan bulan kami sendiri

Kami sepasang bunga tercampakkan

Seperti waktu luruh menyapa jiwa

(Horison,Agustus 2003)

Puisi di atas berjudul “Dialog Sepasang Bunga”. Judul yang cukup menggelitik. Bunga apa yang sedang berdialog dan apa yang didialogkan, begitu kita mungkin akan bertanya sebelum membaca puisi tersebut. Ternyata, bunga anggrek dan bunga melati. Peristiwa yang menimpa mereka (dua bunga itu) adalah kesuraman hidup, tercampakkan seperti waktu luruh menyapa jiwa. Menyatakan kesuraman hidup dengan menghadirkan sosok bunga memang menarik. Akan tetapi, benarkah Wahedi semata – mata sedang berbicara tentang bunga? Bisa ya bisa tidak. Yang jelas menimpa bunga atau bukan, pokok persoalan yang digarap dalam puisi itu adalah kemanusiaan : kelahiran yang pengap,kemayaan hidup,upaya melawan alam,mimpi tenyang sesuatu, tetapi enghadapi hari – hari suram. Demikianlah puisi meskipun menggunakan personifikasi dan simbol, pada dasarnya berbicara tentang manusia. Jadi tema puisi di atas adalah kemanusiaan.

Jika sudah menemukan dan menentukan tema yang akan ditulis menjadi puisi, kita perlu mengembangkan tema itu : hal – hal apa yang akan dikemukakan dalan puisi. Hal – hal yang sudah akan dikemukakan dalam puisi itu dapat dicari melalui pemikiran atau pengamatan. Secara mudah, misalnya kita akan menulis puisi yang berhubungan dengan kehidupan seorang anak kecil penjual koran yang harus membiayai sekolahnya sendiri. Setelah mennetukan masalah tersebut kita akan melakukan pengamatan di lapangan tentang kehidupan si penjual koran. Dari hasil pengamatan itu kemudian dipilih dan ditentukan mana yang akan diungkapkan dalam puisi.

Dalam mengungkapkan kata – kata ke dalam puisi diperlukan pemilihan kata – kata yang tepat, bukan hanya tepat maknanya melainkan juga harus tepat bunyi –bunyinya. Penyusunan kata – kata itu harus sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan estetis (indah). Selain itu, pendayagunaan majas harus diperhatikan agar puisi yang dibuat semakin baik.

(Sumber : Kesusatraan Sekolah oleh Asul Wiyanto)

CONTOH PUISI

Asa yang bersemayam

Tak ada keluh

Tak ada kesah

Dalam pengembaraan ini

Walau lara acap mendera hati

Walau jalan setapak ini kian mendaki

Yang ada Cuma kekeringan dan kesenyapan

Dari asa yang selalu melecut jiwa

Asa yang bersemayam di setiap kalbu

Pengelana semesta . . . . .

Kita akan melangkah

Kita akan terus melangkah

Kita harus terus melangkah

(Dani Ronnie M)

About these ads

Responses

  1. Wah, sorry nih, gak sempat-sempat balas emailnya, mbak… aku bener2 terserap oleh pekerjaan yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Menulis, mengedit, mengurus dan menerbitkan buku sendiri. Ini benar2 sesuatu yang baru dan mendebarkan, sehingga otakku gak bisa mikirin yang lain2, mbak… sorry, ye… jadi gak dibalas…. tapi aku senang Mbak dapat banyak pengalaman melalui event itu… sukses selalu ya… apa lagi ya… ehm…. udah dulu ya… apa pun yang terjadi, percayalah semuanya adalah proses pembelajaran menuju diri kita yang lebih baik…. Okay, mbak…

  2. terimakasih untuk referensinya….

    tetap berkarya!!!!

  3. Halo Bu…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: